Kapolda Didesak Tindak Oknum Brimob Penembak Warga Darul Makmur
Rabu, 28 April 2010 16:52:39 - oleh : admin

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh mendesak Kapolda Aceh untuk menindak tegas oknum Brimob yang melakukan pemukulan dan penembakan terhadap warga Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya yang mengakibatkan Muhib Dani (19) terluka parah di bagian kaki.

Hal ini juga telah mengundang terjadinya amuk massa yang berujung pada pembakaran sejumlah fasilitas di PT Surya Panen Subur (SPS) Desa Pulo Kruet, Darul Makmur, Sabtu (24/4) sekitar pukul 21.00 WIB.

Insiden tersebut diduga kuat karena oknum Brimob yang selama ini mengamankan pabrik itu menembak seorang pemuda setempat yang berselisih paham dengannya.

"Kami mendesak Kapolda untuk segera menindak oknum Brimob itu dan meminta Komnas HAM mengusut kasus pemukulan dan penembakan warga Desa Alue Raya, agar penegakan HAM yang kita cita-citakan dapat terwujud hingga peristiwa ini tidak terulang di kemudian hari," ujar Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Chairul Azmi, SH kepada wartawan, Senin (26/4).

Dijelaskan, tugas pokok kepolisian sebagaimana diatur pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan tugas pokok kepolisian tersebut tidak terlepas dari menjunjung tinggi HAM.

Namun, tidak demikian yang terjadi di Nagan Raya, akibat ulah oknum Brimob yang bertugas melakukan pengamanan terhadap PT SPS yang memukul dan menembak mengakibatkan Muhib Dani (19) terluka parah di bagian kaki dan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Nagan Raya.

Dari data yang dihimpun, diduga kuat terdapat kesalahan prosedur serta tindak pidana dalam peristiwa tersebut, di antaranya hanya karena terjadi percekcokan antara korban dan oknum Brimob, lantas memancing emosi dua oknum Brimob sehingga ketika korban melintasi PT SPS langsung dikejar hingga ke perbatasan Desa Aleu Raya dan Aleu Kuyun, kemudian dipukul dan ditembak.

"Hal ini jelas merupakan suatu pelanggaran terhadap Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian," jelasnya.

Dilarang Keras

Sebagaimana diketahui, polisi yang bertugas di lapangan dilarang keras mempergunakan senjata api untuk menembak orang maupun pelaku tindak kejahatan, kerusuhan dan lain sebagainya. Begitu juga jika tersangka yang hendak ditangkap melarikan diri, polisi dilarang menembak.

Sedangkan apabila tersangka melakukan perlawanan yang mengancam keselamatan anggota atau masyarakat, polisi wajib menghentikannya. Karenanya, petugas kepolisian di lapangan dibekali dengan kondisi fisik yang prima dan ilmu bela diri.

Sementara terkait dugaan tindak pidana pemukulan dan penembakan yang dilakukan oknum Brimob, hal ini dapat dikategorikan sebagai bentuk penganiayaan berat, sehingga dapat dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

"Akibat dari ulah oknum Brimob tersebut, mengakibatkan keresahan masyarakat di Kemukiman Desa Cot Masjid dan berujung pada pengrusakan dan pembakaran terhadap PT SPS yang diperkirakan menimbulkan kerugian miliaran rupiah," ujarnya. (mhd)


Ananlisa.

           

  ADVERTISEMENTS

Nagan Raya Lainya...

Jajak Pendapat

Tampilan dan Isi Website Ini

 

Buku Aceh

Tawaran Model Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Aceh
MELAWAN PENGINGKARAN
Index Buku terbitan kontraS

Buku Tahunan

Laporan Tahunan Perkembangan Hukum Dan Ham Di Aceh Tahun 2006
BUKU TAHUNAN

Laporan Tahunan Potret Buram Pemenuhan Hak Bantuan Hukum Aceh 2007
BUKU TAHUNAN

Index Buku Terbitan LBH Banda Aceh
 

Laporan Tahunan "Suara Korban Yang Terabaikan" Perkembangan Hukum dan HAM Aceh Tahun 2008
BUKU TAHUNAN

Index Buku Terbitan LBH Banda Aceh
 

Rancangan Qanun

Rancangan Qanun Aceh Tentang Pertanahan
RAQAN
Index Buku terbitan LBH ACEH

Mitra

layanan SMS

LBH Aceh

Cafod

Info

Lagi, Koordinator LSM Jang Ko Penuhi Panggilan Penyidik...

Takengon - Hamdani dan Idrus Sahputra selaku Koordinator I dan II Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Anti Korupsi-Gayo (LSM Jang-Ko) kembali memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Tengah pada hari Selasa 03 Agustus 2010 untuk di mintai keterangan kembali selaku tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik (pasal 310 dan 311 KUHPidana) terhadap...

Selengkapanya »

Gubernur Harus Evaluasi Menyeluruh Program JKA

Banda Aceh - Terkait dengan pemberitaan di media massa tentang masyarakat miskin yang jadi pasien di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) harus mengeluarkan uang sebesar Rp 300.000; untuk membeli obat dari dokter yang akan mengoperasi. Program JKA.....

Selengkapanya »

Tindak Tegas Oknum Jaksa Yang Melakukan Pemerasan

Banda Aceh - Terkait pemberitaan tentang pemerasan yang dilakukan oleh jaksa terhadap saksi dalam kasus korupsi proyek pembibitan sapi Brahman Cross di desa Padang Lageun, kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Agung melalui bagian pengawasan di instusi kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan ......

Selengkapanya »

Buka Pendidikan Ilegal, Bisa Diancam 10 Tahun Penjara

Meulaboh - Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Chairul Azmi SH mengungkapkan, bahwa dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sudah jelas diatur bahwa bagi penyelenggara pendidikan yang didirikan tanpa izin, maka dapat dipidana penjara paling lama 10.........

Selengkapanya »

DUKUNG KPK

INFO PUSTAKA


KETIKA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN MENYIMPANG (Mal Administrasi di Bidang Pertanahan)

Buku ini membahas masalah pelayanan administrasi pertanahan ole pemerintah. Fokus pembahasan terletak pada praktek mal administrasi dalam pelayanan pengurusan pertanahan.
Selengkapanya »

Prinsip-Prinsip REFORMA AGRARIA Jalan Penghidupan dan Kemakmuran Rakyat

Berisi bunga rampai mengenai gambaran mengenai problem agraria di tingkat lokal dan nasional, serta masalah konsepsi reforma agraria.
Selengkapanya »

INSTRUMEN INTERNASIONAL POKOK
HAK ASASI MANUSIA

Buku ini memuat hampir semua instrumen utama hak-hak asasi manusia (HAM) dunia. Mulai dari deklarasi, instrumen tambahan yang terkait dan mengikat sampai sejumlah deklarasi yang tidak mengikat lainnya...
Selengkapanya »

ETIKA POLITIK
(Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern)

Dalam delapan belas bab buku ini Dr. Franz Magnis-Suseno membahas masalah-masalah metode, legitimasi, hukum dan negara, positivisme hukum, hak asasi manusia dan kebebasan suara hati......
Selengkapanya »