* Menuju Pemilu Damai 2009
BANDA ACEH - Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang
tergabung Aceh Post Conflict Working Group (APCWG), mengharapkan kepada
semua pihak agar memiliki tekad dan pandangan untuk mewujudkan Pemilu
Damai 2009 di Aceh.
“Demokratisasi itu akan terwujud, bila semua pihak dapat
menempatkan diri dan fungsi serta tugas masing-masing. Jika tidak,
dikhawatirkan pemilu Aceh pada 2009 akan ternodai,” kata Koordinator
KontraS Aceh, Asiah Uzia, dalam konfrensi pers APCWG, di kantor Kontras
Aceh, Desa Lamlagang, Banda Aceh, Selasa (15/7) siang.
APCWG dibentuk oleh para aktivis LSM yang berasal dari Gerak Aceh,
Kontras Aceh, LBH Banda Aceh, RPUK, Solidaritas Perempuan Aceh, Aceh
Institute, Komisi Perempuan Indonesia (KPI Aceh), SPKP HAM Aceh, Forum
Akademisi Aceh (FAA), dan People Crisis Centre Aceh. Dalam konferensi
pers kemarin, mereka mengeluarkan pernyataan bersama tentang “nalisa
pemetaan potensi konflik Aceh menjelang pemilu 2009.”
Asiah yang didampingi oleh sejumlah aktivis dari LSM-LSM tersebut
mengatakan, yang menjadi analisa masalah dalam pemilu dan partai lokal,
yakni kurangnya kesiapan pemerintah, baik itu eksekutif maupun
legislatif dalam menjamin pelaksanaan pemilu yang demokratis sesuai
dengan perundang-undangan. “Terkesan setiap masalah dibiarkan terjadi
begitu saja, tanpa ada sebuah tindakan yang kongkret. Ini ditakutkan
akan menciptakan konflik menjelang pemilu 2009,” kata dia.
Akar masalah kedua yakni, belum ada political will dan political
action dari pemerintah dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini
terhadap potensi-potensi konflik dan kekerasan menjelang pemilu 2009.
Mereka juga mengidentifikasi sejumlah akar permasalahan dalam
pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh, mulai dari penyusunan qanun parlok
yang dinilai terburu-buru, sistim seleksi anggota KIP provinsi,
kabupaten/kota dinilai diskriminatif terhadap kaum perempuan, hingga
dengan proses verifikasi faktual oleh tim independen.
Selain itu, para aktivis ini juga mengidentifikasi adanya
intimidasi dan kekerasan pada proses awal pemilu. “Beberapa hari ke
depan, kami akan beraudensi dengan pihak eksekutif, legislatif maupun
KIP serta semua pihak yang kami nilai perlu terlibat di dalam audensi
itu. kita ingin menciptakan sebuah pandangan, untuk mewujudkan pemilu
damai 2009 mendatang,” ujar Asiah Uzia.(mir)
Sumber Berita : Serambi
Edisi : 16 Juli 2007
Pengunjung
Total hits
Bulan ini








Takengon - Hamdani dan Idrus Sahputra selaku Koordinator I dan II Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Anti Korupsi-Gayo (LSM Jang-Ko) kembali memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Tengah pada hari Selasa 03 Agustus 2010 untuk di mintai keterangan kembali selaku tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik (pasal 310 dan 311 KUHPidana) terhadap...
Banda Aceh - Terkait dengan pemberitaan di media massa tentang masyarakat miskin yang jadi pasien di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) harus mengeluarkan uang sebesar Rp 300.000; untuk membeli obat dari dokter yang akan mengoperasi. Program JKA.....
Banda Aceh - Terkait pemberitaan tentang pemerasan yang dilakukan oleh jaksa terhadap saksi dalam kasus korupsi proyek pembibitan sapi Brahman Cross di desa Padang Lageun, kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Agung melalui bagian pengawasan di instusi kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan ......
Meulaboh - Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Chairul Azmi SH mengungkapkan, bahwa dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sudah jelas diatur bahwa bagi penyelenggara pendidikan yang didirikan tanpa izin, maka dapat dipidana penjara paling lama 10.........
