Aktivis Ajak Semua Pihak Samakan Pandangan
Rabu, 16 Juli 2008 15:01:36 - oleh : admin

* Menuju Pemilu Damai 2009

BANDA ACEH
- Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung Aceh Post Conflict Working Group (APCWG), mengharapkan kepada semua pihak agar memiliki tekad dan pandangan untuk mewujudkan Pemilu Damai 2009 di Aceh.

“Demokratisasi itu akan terwujud, bila semua pihak dapat menempatkan diri dan fungsi serta tugas masing-masing. Jika tidak, dikhawatirkan pemilu Aceh pada 2009 akan ternodai,” kata Koordinator KontraS Aceh, Asiah Uzia, dalam konfrensi pers APCWG, di kantor Kontras Aceh, Desa Lamlagang, Banda Aceh, Selasa (15/7) siang.

APCWG dibentuk oleh para aktivis LSM yang berasal dari Gerak Aceh, Kontras Aceh, LBH Banda Aceh, RPUK, Solidaritas Perempuan Aceh, Aceh Institute, Komisi Perempuan Indonesia (KPI Aceh), SPKP HAM Aceh, Forum Akademisi Aceh (FAA), dan People Crisis Centre Aceh. Dalam konferensi pers kemarin, mereka mengeluarkan pernyataan bersama tentang “nalisa pemetaan potensi konflik Aceh menjelang pemilu 2009.”

Asiah yang didampingi oleh sejumlah aktivis dari LSM-LSM tersebut mengatakan, yang menjadi analisa masalah dalam pemilu dan partai lokal, yakni kurangnya kesiapan pemerintah, baik itu eksekutif maupun legislatif dalam menjamin pelaksanaan pemilu yang demokratis sesuai dengan perundang-undangan. “Terkesan setiap masalah dibiarkan terjadi begitu saja, tanpa ada sebuah tindakan yang kongkret. Ini ditakutkan akan menciptakan konflik menjelang pemilu 2009,” kata dia.

Akar masalah kedua yakni, belum ada political will dan political action dari pemerintah dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi-potensi konflik dan kekerasan menjelang pemilu 2009.

Mereka juga mengidentifikasi sejumlah akar permasalahan dalam pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh, mulai dari penyusunan qanun parlok yang dinilai terburu-buru, sistim seleksi anggota KIP provinsi, kabupaten/kota dinilai diskriminatif terhadap kaum perempuan, hingga dengan proses verifikasi faktual oleh tim independen.

Selain itu, para aktivis ini juga mengidentifikasi adanya intimidasi dan kekerasan pada proses awal pemilu. “Beberapa hari ke depan, kami akan beraudensi dengan pihak eksekutif, legislatif maupun KIP serta semua pihak yang kami nilai perlu terlibat di dalam audensi itu. kita ingin menciptakan sebuah pandangan, untuk mewujudkan pemilu damai 2009 mendatang,” ujar Asiah Uzia.(mir)


Sumber Berita : Serambi
Edisi : 16 Juli 2007

           

  ADVERTISEMENTS

Banda Aceh Lainya...

Jajak Pendapat

Tampilan dan Isi Website Ini

 

Buku Aceh

Tawaran Model Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Aceh
MELAWAN PENGINGKARAN
Index Buku terbitan kontraS

Buku Tahunan

Laporan Tahunan Perkembangan Hukum Dan Ham Di Aceh Tahun 2006
BUKU TAHUNAN

Laporan Tahunan Potret Buram Pemenuhan Hak Bantuan Hukum Aceh 2007
BUKU TAHUNAN

Index Buku Terbitan LBH Banda Aceh
 

Laporan Tahunan "Suara Korban Yang Terabaikan" Perkembangan Hukum dan HAM Aceh Tahun 2008
BUKU TAHUNAN

Index Buku Terbitan LBH Banda Aceh
 

Rancangan Qanun

Rancangan Qanun Aceh Tentang Pertanahan
RAQAN
Index Buku terbitan LBH ACEH

Mitra

layanan SMS

LBH Aceh

Cafod

Info

Lagi, Koordinator LSM Jang Ko Penuhi Panggilan Penyidik...

Takengon - Hamdani dan Idrus Sahputra selaku Koordinator I dan II Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Anti Korupsi-Gayo (LSM Jang-Ko) kembali memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Tengah pada hari Selasa 03 Agustus 2010 untuk di mintai keterangan kembali selaku tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik (pasal 310 dan 311 KUHPidana) terhadap...

Selengkapanya »

Gubernur Harus Evaluasi Menyeluruh Program JKA

Banda Aceh - Terkait dengan pemberitaan di media massa tentang masyarakat miskin yang jadi pasien di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) harus mengeluarkan uang sebesar Rp 300.000; untuk membeli obat dari dokter yang akan mengoperasi. Program JKA.....

Selengkapanya »

Tindak Tegas Oknum Jaksa Yang Melakukan Pemerasan

Banda Aceh - Terkait pemberitaan tentang pemerasan yang dilakukan oleh jaksa terhadap saksi dalam kasus korupsi proyek pembibitan sapi Brahman Cross di desa Padang Lageun, kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Agung melalui bagian pengawasan di instusi kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan ......

Selengkapanya »

Buka Pendidikan Ilegal, Bisa Diancam 10 Tahun Penjara

Meulaboh - Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Chairul Azmi SH mengungkapkan, bahwa dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sudah jelas diatur bahwa bagi penyelenggara pendidikan yang didirikan tanpa izin, maka dapat dipidana penjara paling lama 10.........

Selengkapanya »

DUKUNG KPK

INFO PUSTAKA


KETIKA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN MENYIMPANG (Mal Administrasi di Bidang Pertanahan)

Buku ini membahas masalah pelayanan administrasi pertanahan ole pemerintah. Fokus pembahasan terletak pada praktek mal administrasi dalam pelayanan pengurusan pertanahan.
Selengkapanya »

Prinsip-Prinsip REFORMA AGRARIA Jalan Penghidupan dan Kemakmuran Rakyat

Berisi bunga rampai mengenai gambaran mengenai problem agraria di tingkat lokal dan nasional, serta masalah konsepsi reforma agraria.
Selengkapanya »

INSTRUMEN INTERNASIONAL POKOK
HAK ASASI MANUSIA

Buku ini memuat hampir semua instrumen utama hak-hak asasi manusia (HAM) dunia. Mulai dari deklarasi, instrumen tambahan yang terkait dan mengikat sampai sejumlah deklarasi yang tidak mengikat lainnya...
Selengkapanya »

ETIKA POLITIK
(Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern)

Dalam delapan belas bab buku ini Dr. Franz Magnis-Suseno membahas masalah-masalah metode, legitimasi, hukum dan negara, positivisme hukum, hak asasi manusia dan kebebasan suara hati......
Selengkapanya »